Tuesday, 22 January 2013

KAMU ADA DIHATIKU...




Cintaku,
Sudah lama tidak bertemu denganmu,
Apa khabarmu di sana,
Masihkah dengan senyuman manjamu,
Masihkah dengan mata bercahaya itu..

Apa khabar hatimu,
Masihkah dengan semangat mencari Allah,
Masihkah dengan tangisan berdosa itu,
Masihkah dengan dada suci itu..

Apa khabar perjuanganmu,
Masih istiqamahkah engkau di jalan JIHAD,
Masihkah engkau menggenggam erat janjimu dulu..

Sungguh aku ingin engkau tahu,
Aku begitu menrinduimu kerana Allah,
Merindui kata semangat itu,
Merindui menangis di bahumu,
Merindui seri wajahmu,
Merindui nasihat berbunga cintamu,
Merindui kasih sayang hatimu.

Aku berdoa,
Agar engkau tetap di jalan JIHAD ini,
Kerana aku tidak ingin sayang kita hanya di sini,
Aku ingin hingga ke syurga,
Bersamamu tetap di sana,
Andai aku tersungkur, maka pintaku,
Jangan biar aku jatuh ke neraka,
Kerana aku ingin bersamamu di syurga,
Mungkin aku tidak layak,
Tapi pimpinlah daku..


Khas buatmu : adik usrahku di UiTM perak,
·         CintaKU:
-          KAK IMAN TOMEY
-          AIN SAYANG
-          DIANAH CINTA
-          KIRA MANJA
-          YANA RINDU
-          FATIN AYU
-          IDA KASIH
-          DAYAH COMEL
-          EKA HUBB

MENCINTAI KAMU HINGGA KE SYURGA <3


UTP

senyuman sayang <3






QALBI ADA HUBB




Rahman Ya rahman...
Hati ini sayu melihat diri,
Yang selalu lupa tentang penciptaan,
Adakah hati ini sudah terlalu kotor,
Hingga seringkali mengukir dosa,
Ya Rahman... ampunkan diri ku...


Alhamdulillah Allah memberi  peluang lagi untuk diri ana dan sahabat untuk terus hidup, dengan ni’mat islam dan iman. Sekujur tubuh yang hina ini, ana harapkan semoga hidup hanya mengharapkan redha Allah. Sesungguhnya hamba Allah ini terlalu lemah, kadangkala jatuh tersungkur dan kalah dengan nafsu dan hasutan syaitan.

Mungkin inilah hikmat kejadian manusia yang penciptaan berunsur sesuatu yang lemah iaitu tanah, agar sentiasa menginginkan tempat pengaduan dan pergantungan, iaitu tentunya Allah.

Astaghfirullah al ‘azim, astaghfirullah al ‘azim, astaghfirullah al ‘azim.

Penulisan yang tidak seberapa daripada ana buat renungan hati dan jiwa khasnya buat diri ana dan sahabat-sahabat tercinta lillahitaala. Penulisan yang akan menyingkap hati insan selalu yang kerap kali berbolak balik. Ana mohon maaf andai penulisan ini tidak dikonklusikan atau diselitkan dengan penjelasan hukum, hal ini kerana siapalah ana untuk menghuraikan tentang hukum. Mungkin hanya ini sahaja yang termampu ana.

QALBI

Qalbi, disebut hati dalam bahasa melayu. Cebisan daging yang sangat perlu dijaga oleh pemiliknya, cebisan daging yang jika pemiliknya tersalah langkah dalam kehidupannya akan me’luka’kan cebisan tersebut, mungkin juga akan mengotorkan cebisan daging dengan tompok-tompok hitam dosa.
Rasulullah ada bersabda yang bermaksud :

“ Sesungguhnya di dalam tubuh manusia itu ada segumpal darah. Jika segumpal darah tersebut baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya. Adapun jika segumpal darah tersebut rosak maka akan rosak pulalah seluruh tubuhnya, ketahuilah segumpal darah tersebut adalah hati”
                                                                                    ( Hadith riwayat Bukhari dan Muslim)

Begitu besar hubungan Qalbi dengan amalan kita, qalbi yang merupakan senjata utama yang perlu dijaga untuk menghasilkan sekujur tubuh yang benar-benar hanya mencari Redha Allah, membentuk sekujur tubuh yang benar-benar ikhlas tunduk kepada Allah, melahirkan insan yang selayaknya syurga. Kerana apa yang akan dilihat Allah bukanlah kesegakan tubuh tersebut, namun bagaimana corak hatinya, dicorak dengan rasa kehambaan pada Allah ataupun kehambaan pada syaitan.

Secebis hati yang elok dan suci dari dosa akan menghalang diri daripada melakukan dosa, kerana dengan hati yang suci tanpa calaran dosa pastinya gelisah dan terlalu takut untuk berlaku curang pada Khaliqnya. Hati yang bersih, yang di hatinya hanya ada cinta Allah dan kekasih Allah, Rasulullah, akan takut pada azab Allah.

Namun inilah manusia, ‘manusia memang mudah lupa’. Ana tak tahu kenapa ana suka sangat dengan tagline tersebut. Mungkin di sebabkan sememangnya itulah realiti sifat manusia, iaitu mudah lupa. Lupa pada matlamat penciptaan, lupa pada nasihat dan amaran Rasulullah buat umatnya. Manusia yang melupakan dan buat-buat lupa tentang amaran Rasulullah tentang kepentingan menjaga hati agar sentiasa bersih daripada sebarang calitan lumpur dosa.

BRUSH YOUR QALBI
Andai saja mampu untuk kita berus segala kekotoran yang bertompok di hati kita, mahu saja kita berus hingga hilang semuanya, bersih tanpa ada kesan. Namun apakan daya, bukan semudah itu untuk menghilangkan kekotoran yang kita ukirkan sejak kita baligh hinggalah hari ini. Cara terbaik adalah dengan mendekatkan diri pada Pencipta kita, mencari rasa kehambaan yang telah lama hilang dalam diri kita. Mungkin bukan mudah untuk mengubah diri kepada individu yang lebih baik, ini kerana keperluan untuk kuat dan yakin untuk berjihad melawan nafsu serta perlu untuk diserikan dengan haruman istiqamah sepanjang proses pembersihan Qalb.
Kita mahukan qalbi yang begitu merindui saat berjumpa dengan Khaliq, hati yang terlalu takut berbuat dosa, hati yang ikhlas menuntun cinta padaNya, hati yang tunduk saat diberi pujian, hati yang sakit apabila sahabatnya derita, hati yang sentiasa beristighfar saat melakukan dosa, hati yang tersemat cita-cita untuk jihad di jalan Allah. Allah... andai saja miliki hati seperti ini, maka bahagia seperti mana sahabat-sahabat Rasulullah.

HOW ARE YOU, MY QALBI?

Kehadiran Islam ditengah kejahilan masyarakat suatu masa dulu telah membuka tingkap-tingkap hati yang dulunya tertutup kerana kebodohan, dengan membersih dan menjernihkan. Hati yang selama ini penuh dengan kekotoran, bilamana dipenuhkan dengan rasa kehambaan dan kecintaan kepada Allah, membina sekujur tubuh yang berakhlak dan berjiwa besar. Bilamana kita singkap sirah Nabawiyyah yang ada melakarkan tentang kisah seorang pejuang agama yang teragung, yang Allah jadikan sebagai pembeza antara haq dan batil, iaitu Saidina Umar Al – Khattab AL- FAROUQ.

Sebelum hatinya tersentuh pada agama islam, dia merupakan seorang yang sangat kejam dan zalim. Membunuh anak perempuannya, dan bermacam-macam kajahatan yang dia lakukan. Seorang yang hatinya terlalu kotor dengan dosa dan jauh sekali dengan kebaikan. Namun, setelah Allah meniupkan di hatinya dengan cinta hidayah dan petunjuk, hidupnya berubah 360°, hatinya bersih seperti salju dingin, hatinya tunduk mengharapkan pengampunan Allah, hidupnya hanyalah untuk islam, dirinya disinari akhlak mulia, pemimpin yang berjiwa besar dan berkepimpinan.
And  what about your Qalbi?

Benarkah sudah dipenuhi dengan cinta Allah, ataupun masih gelap dengan tompokan kejahilan.

KENALI OUR QALBI



“Sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta hati, semua anggota-anggota itu tetap akan ditanya tentang apa yang dilakukannya.
 (Al-Isra: 36)

1. Hati yang sihat

Yaitu hati yang bebas dari berbagai penyakit hati. Firman Allah: “(Yaitu) Hari yang padanya harta benda dan anak-pinak tidak dapat memberikan pertolongan sesuatu apapun Kecuali (harta benda dan anak-pinak) orang-orang yang datang mengadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera (dari syirik dan penyakit munafik).” (Asy-Syura: 88-89). Ayat ini sangatlah mengagumkan,  di sela-sela harta benda yang diburu dan dikejar-kejar orang, dan anak-anak laki-laki yang sukses dengan materinya dan sangat dibanggakan, ternyata itu semua tidak akan memberi manfaat kecuali siapa yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat. Yaitu selamat dari semua nafsu syahwat yang bertentangan dengan perintah Allah dan laranganNya, dan dari semua syubhat yang memalingkan dari kebenaran, selamat dari peribadatan dan penghambaan diri kepada selain Allah, selamat dari berhukum dengan hukum yang tidak diajarkan oleh Allah dan RasulNya, dan mengikhlaskan seluruh peribadatannya hanya karena Allah, iradahnya, kecintaannya, tawakkalnya, taubatnya, ibadah dalam bentuk sembelihannya, takutnya, raja’nya, diikhlaskannya semua amal hanya kepada Allah. Apabila ia mencintai maka cintanya karena Allah, apabila ia membenci maka bencinya karena Allah, apabila ia memberi maka memberinya karena Allah, apabila menolak maka menolaknya karena Allah. Dan tidak hanya cukup dengan ini, sampai ia berlepas diri dari semua bentuk keterikatan dan berhukum yang menyelisihi contoh dari Rasulullah. Maka hatinya sangat tertarik dengan ikatan yang kuat atas dasar mengikuti jejak langkah Rasulullah semata, dan tidak mendahulukan yang lainnya baik ucapan maupun perbuatannya.

Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya, bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
                                                                                                               (Al-Hujurat: 1)

2. Hati yang mati

Yaitu kebalikan dari hati yang sehat, hati yang tidak mengenal dengan Rabbnya, tidak melakukan ibadah sesuai dengan apa yang perintahkanNya, dicintaiNya dan diridhaiNya. Bahkan selalu memperturutkan nafsu dan syahwatnya serta kenikmatan dan hingar bingarnya dunia, walaupun ia tahu bahwa itu amatlah dimurkai oleh Allah dan dibenciNya. Ia tidak pernah peduli tatkala memuaskan diri dengan nafsu syahwatnya itu diridhaiNya atau dimurkaiNya, dan ia menghambakan diri dalam segala bentuk kepada selain Allah. Apabila ia mencintai maka cintanya karena nafsunya, apabila ia membenci maka bencinya karena nafsunya, apabila ia memberi maka itu karena nafsunya, apabila ia menolak maka tolakannya atas dasar nafsunya, maka nafsunya sangat berperan dalam dirinya, dan lebih ia cintai daripada ridha Allah. Orang yang demikian menjadikan hawa nafsu sebagai imamnya, syahwat sebagai komandannya, kebodohan menjadi sopirnya, dan kelalaian sebagai tunggangan dan kendaraannya. Pikirannya hanya untuk mendapatkan dunia yang menipu ini dan dibuat mabuk oleh nafsu untuk mendapatkannya, ia tidak pernah meminta kepada Allah kecuali dari tempat yang jauh. Tidak memerlukan nasihat-nasihat dan selalu mengikuti langkah-langkah syaitan yang selalu merayu dan menggodanya. Maka bergaul dengan orang seperti ini akan mencelakakan kita, berkawan dengannya akan meracuni kita, dan duduk dengannya akan membinasakan kita.

3. Hati Yang Sakit

Yaitu hati yang hidup tapi ada penyakitnya, hati orang yang taat terhadap perintah-perintah Allah tetapi kadangkala juga berbuat maksiat, dan kadang-kadang salah satu di antara keduanya saling berusaha untuk mengalahkannya. Hati jenis ini, mencintai Allah, iman kepadaNya beribadah kepadaNya dengan ikhlas dan tawakkal kepadaNya, itu semua selalu dilakukannya tetapi ia juga mencintai nafsu syahwat dan kadang-kadang sangat berperan dalam hatinya serta berusaha untuk mendapatkannya. Hasad, sombong (dalam beribadah kepada Allah), terombang-ambing antara dua keinginan yaitu keinginan terhadap kenikmatan kehidupan akhirat serta keinginan untuk mendapatkan gemerlapnya dunia.Maka hati yang pertama hidup, tumbuh, khusyu’ dan yang kedua layu kemudian mati. Adapun yang ketiga dalam keadaan tidak menentu, apakah akan hidup ataukah akan mati. Kemudian banyak sekali orang yang hatinya sakit dan sakitnya bahkan semakin parah, tetapi tidak merasa kalau hatinya sakit, bahkan sekalipun telah mati hatinya tetapi tidak tahu kalau hatinya telah mati.



Jadi sahabat-sahabat syurga, manakah hati kita?
Yang semakin hari semakin melupakan Khaliq,
Ataupun yang semakin hari semakin mendekati Khaliq.
Beristighfarlah saat engkau semakin melupakannya,
Istiqamahlah saat engkau semakin mendekatinya...


> Cakap biar dari hati <

Thursday, 17 January 2013

Ajaibnya Ummul Kitab..




Al-Fatihah adalah surah yang sangat penting, dikatakan rumusan buat al-quran adalah al-fatihah, rumusan bagi al-fatihah merupakan basmallah. Al- fatihah juga telah diturunkan dua kali iaitu di Makkah dan Madinah, sedangkan surah lain diturunkan hanya sekali. ajaib bukan?? bila kita renung kembali masa kita kecil dulu, al-fatihah merupakan surah pertama yang kita hafal tapi xfaham.. :) sekarang masanya kita ketahui keajaiban al-fatihah...
sungguh Allah itu Maha Bijaksana.. :)

Surah al Fatihah mengandungi 7 ayat yang dimulakan dengan kalimah bismillahir rahmanir rahim. Surah ini juga dinamakan “sab’ul mathani” iaitu 7 ayat yang diulang-ulang bacaannya. Jika hendak dikaji, banyak hikmat atau rahsia yang terdapat di dalamnya. Bahkan ada juga ulama yang telah mengkaji tentang beberapa huruf yang ada di dalamnya. Dan ada juga ulama yang menerangkan bahawa di dalam surah tersebut tidak ada tujuh huruf hijaiyah, iaitu ianya menggambarkan keadaan manusia di dalam neraka.

Sebelum diterangkan mengenai maksud tujuh huruf tersebut, perlu juga kita ketahui terlebih dahulu ringkasan huruf di awal surah al Baqarah seperti alim-lam-mim. Mengikut pendapat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahawa alif-lam-mim itu adalah ringkasan “anallahu a’lam” iaitu Aku (Allah) sahaja yang tahu(berilmu). Dan ada juga yang berpendapat bahawa “alif” itu adalah kenyataan adanya zatullah (laisa kamithlihi syai-un) iaitu tidak boleh diumpamakan dengan sesuatu dan ianya tidak dapat dikenal melainkan dengan adanya sifat-sifat itu. Sebaliknya, sifat-sifat ini juga tidak akan zahir melainkan Allah ta’ala menjadikan wujud segala makhlukNya khasnya jasad segala manusia, dan tidak akan dapat nama-nama yang ada pada manusia melainkan dengan adanya roh yang akan menjadi rahsia bagi sifat-sifatNya iaitu hayyun, ilmun, qudrah, iradah, sama’, basar dan kalam. Maka inilah yang dimaksudkan huruf-huruf yang ada pada kalimah alif-lam-mim iaitu bagi menyatakan segala sifat ma’nawiyah; hayyan, ‘aliman, qadiran, muridan, sami’an, basiran dan mutakalliman, dengan kalimah takbir ALLAHU AKBAR.

Ada pun Allah ta’ala menjadikan jasad manusia beserta ‘hududNya’ iaitu untuk menyatakan wujudNya, sifatNya dan af’alNya. Bagi istilah ahli sufi dinamakan a’yan thabitah iaitu kenyataan yang sabit. Ada ulama yang mentakrifkan bahawa wahdatul wujud pada zatNya ialah tiada wujud yang lain melainkan sekaliannya adalah kenyataan bagi wujud zatullah yang Maha Esa. Wahdatus sifat pula ialah segala sifat yang nyata pada sekalian makhlukNya itu adalah bagi menyatakan sifat yang Maha Esa. Dan begitu juga dengan wahdatul af’al iaitu segala perbuatan atau kuasa yang bersandar pada makhlukNya itu adalah kenyataan bagi zatullah yang empunya perbuatan dan kuasa. Lantaran itu hendaklah kita kenal antara huruf-huruf hijaiyah yang tiada di dalam al Fatihah, iaitu mensabitkan keyakinan kita dengan lebih sempurna lagi. Dan huruf-hurufnya adalah seperti berikut; Tha, Jim, Kha, Zai, Shim, Dza dan Fa.

a) Tha – yang mengandungi tiga titik dengan maksud sabit bahawa tiada wujud sifat dan af’al yang lain melainkan wujud Allah, sifat Allah dan af’al Allah. Barangsiapa yang menafikannya dan mengaku bahawa mereka yang wujud serta mengaku dirinya yang hidup, tahu, berkuasa, berkehendak, mendengar, melihat dan berkata-kata, dengan berkuasa mempunyai ikhtiar dan usaha, maka masuklah mereka ke pintu neraka yang pertama iaitu neraka Thawiah.
b) Jim – dengan maksud Allah ta’ala menjadikan makhluk terutama jasad manusia beserta dengan hidupnya, adalah semata-mata bagi menyatakan sifat jalal dan jamal zatullah yang Maha Esa. Setitik pada Jim itu ibarat tandanya hidup yang ada pada diriNya, adalah nyata bagi kezahiran sifat kebesaran dan kesempurnaanNya. Bagi sesiapa yang tidak mengenal Allah yang tertakluk pada dirinya, maka terhimpunlah di dalam neraka Jahannam.
c) Kha – yang diertikan khaliq atau Maha Pencipta. Allah ta’ala menzahirkan sifat-sifat hidupNya, tahuNya, kuasaNya dan kehendakNya yang tajalli kepada semua makhlukNya itu adalah semata-mata zatullah hendak menyatakan kekuasaanNya. Dia Maha Pencipta, dan kemudian tiba-tiba kita berkuasa pula dengan mempunyai ikhtiar dan usaha, dan mengaku kita yang hidup, tahu, berkuasa, berkehendak, mendengar, melihat dan berkata-kata, maka masuklah mereka menerusi pintu neraka Khalidin.
d) Zai – yang diertikan zaka atau suci iaitu sifat-sifat hidup, tahu, berkuasa, berkehendak itu adalah sifat yang suci bagi zatullah, yang tidak boleh dinodai dengan kekotoran. Kemudian daripada sifat-sifat tersebut Allah menyatakan zakat, dan sifat rahmanNya pada diri manusia. Lantaran kita tidak dapat mengenaliNya dan mengaku segala amalan kita yang punya sehingga beramal kerana pahala, bukan kerana Allah, maka masuklah mereka ke dalam neraka Zabaniyah.
e) Shim – yang diertikan syahadah atau alam kenyataan. Dengan maksud tiga titik itu ialah tanda ibarat zatullah hendak menyatakan wujudNya, sifatNya dan af’alNya yang ada pada langit, bumi dan di antara langit dan bumi, maka sekaliannya itu menjadi syahadah wajah zat wajibal wujud. Kemudian, barang siapa yang menafikannya atau tidak mengenal ‘alam syahadah’ dan tidak dapat bermusyahadah di dalamnya, masuklah mereka ke dalam neraka Syaqawah.
f) Dza – yang diertikan zahir, dengan maksud wujudNya, sifatNya, asmaNya dan af’alNya itu zahir, dapat dilihat menerusi ‘ainul basirah’ atau ‘haqqul basirah’ atau dengan hidup, tahu, berkuasa dan berkehendak yang ada pada diriNya. Kemudian, dengan sifat-sifat kemuliaan ini juga, maka zahirlah segala kekuasaanNya dan sifat keagunganNya di dalam alam sejagat ini. Barang siapa yang menafikan atau tidak mahu mengenalNya, maka masuklah mereka ke dalam neraka Dzulmah, iaitu sentiasa di dalam hal kegelapan.
g) Fa – yang diertikan dengan fana atau binasa, dengan maksud hendaklah diri kita sentiasa di dalam hal keadaan fana atau yang dikatakan ‘fana bisifatillah’ iaitu binasakan hidup kita di dalam hidup Allah, dengan ilmu, kehendak, kuasa, mendengar, melihat dan berkata-kata yang ada pada diri kita ini, binasakanlah ia di dalam ‘ilmullah, qudratullah, iradatullah, sam’ullah, basrullah dan kalamullah. Maka barang siapa yang tidak mengenal dan tidak dapat memfanakan dirinya sebagaimana yang telah diterangkan tadi, masuklah mereka ke dalam neraka Firqah, iaitu bercerai dirinya dengan Allah.
Sebahagian ulama berpendapat bahawa mengenal Allah adalah mengenal diri. Dan oleh itu, diri kitalah yang utama yang menjadi dalil akan wujud Allah. Sebagai pengetahuan kita bersama, bahawa diri kita (jasad) dijadikan oleh Allah, asalnya dari alam yang tiada, kemudian diadakan dan ditiupkan pula rohullah ke dalamnya beserta dengan sifat hidupNya, ilmu, iradah, qudrah, termasuk juga sama’, basar dan kalamNya. Hikmahnya adalah semata-mata Allah hendak menyatakan kekayaanNya, kemurahanNya dan kekuasaanNya.

Sebagai dalil jika direnung pada huruf di dalam perkataan Makkah;

Mim – bermaksud makhluk atau jasad manusia
Kaf – bermaksud karamah iaitu tujuh sifat ma’ani adalah sifat kemuliaan bagi Allah. Dan sifat inilah tempat kezahiran Allah menurunkan segala kurniaNya, kemurahanNya dan kebesaranNya. Dan huruf kaf itu bertasydid adalah bagi mentasdiqkan segala kekuasaan yang nyata pada segala wujud makhlukNya itu adalah kekuasaan zatullah yang wajibal wujud.
Ta – (marbutah) bererti tajalli wujudNya dan sifatNya dengan menetapkan bahawa yang sebenarnya jasad kita mati. Dan segala perbuatan makhluk itu adalah bagi menyatakan af’alullah yang Maha Berkuasa.
Dan begitu juga dengan huruf-huruf yang terdapat pada perkataan Madinah;
Mim – bererti jasad kita adalah makhluk Allah
Dal – iaitu sebagai dalil adanya zatullah
Ya – maksudnya hendaklah kita yakin dengan sepenuhnya bahawa wujud diri kita dan sifat kita ini adalah sebagai nur atau cahaya wujudNya dan sifatNya.
Nun – yang bererti nur hayatillah, nur ‘ilmillah, nur qudratillah dan nur iradatillah yang menyinari seluruh anggota kita dan meliputi sekalian alam.
Ta - (marbutah) bererti tajalli wujudNya dan sifatNya dengan menetapkan bahawa yang sebenarnya jasad kita mati. Dan segala perbuatan makhluk itu adalah bagi menyatakan af’alullah yang Maha Berkuasa.

Di dalam masalah mengenal diri, terdapat beberapa kaedah yang boleh dijadikan panduan, tetapi yang paling utama ialah mengenal melalui segala sifat 20 yang wajib, mustahil dan harus bagi Allah. Di samping itu juga, Allah menempatkan kedudukan atau maqam rasulNya yang akan membawa amanah daripada Allah untuk disampaikan atau dikembalikan kepadaNya.
Sewaktu kita dilahirkan, diri kita di dalam hal keadaan yang belum mengenal roh dan sifat-sifat yang ada pada roh. Di sini ia dinamakan fitrah yakni suci atau Islam kerana dirinya waktu itu belum ditakluk oleh syarak. Kelahirannya itu adalah membawa amanah Allah antaranya seperti azan dan iqamah. Dan jasad bayi yang dilahirkan itu pula, ianya diiktibarkan sebagai bumi atau tanah suci Makkah kerana di dalamnya ada sebuah rumah iaitu ‘baitullah’ atau tempat Allah ta’ala menurunkan segala rahmatNya.

cakap biar bermanfaat.. <3
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...