Tuesday, 7 May 2013

Duka semalam



Duduk bersimpuh menyandar di pintu rumah,
Terfikir perjuangan yang nyata sangat jauh,
Kadangkala air mata menyadarkan aku tentang erti pengorbanan,
Kadang aku lelah,
Kadang nafasku sesak,
Dengan nafsuku meronta,
Rasa rimas dengan asap dosa yang mereka hembuskan,
Di ruang legar bumi hitam sudah nazak ini.

Aku teruskan langkah,
Coba mencari kuntuman bunga yang mekar indah,
Di taman indah ciptaan Ilahi,
Agar hatiku yang menangis pasrah,
Mulai senyum kembali,
Membawa semangat baru saat terluka.

Sungguh Allah tahu mampu hambaNya,
Saat ini aku masih remaja,
Tidak mampu memangkah untuk membantu Islam,
Tapi satu saat nanti,
5 tahun mendatang,
Di sisiku ada suami yang berjuang,
Ada anak kecil yang ku dokong,
Bersama-samaku dan Jundullah melakar sejarah kebangkitan ISLAM,
Di penjuru dunia yang dimenangi kuasa yang menentang Allah,
Saat itu jariku sudah boleh menari indah,
Memangkah yang benar.

Andai ajalku datang sebelumnya,
Pastikan aku mati,
Ketika aku memacak bendera islam di jalan-jalan jihad..



7 mei 2013
9.24 pm

Tuesday, 30 April 2013

Nyata engkau belum siap berjihad.






Seruan jihad telah bersemboyan,
Gendang dipalu,
Mengejutkan jiwa dan jasad yang lama terlena,
Bersiap siaga dengan bekalan rohani dan jasmani.
Benarkah sudah bersedia?

Langkah dipacu,
Kadang perlahan,
Tiba waktu langkah dipacu laju,
Namun tergelincir di simpang jalan yang licin,
Kerana niat belum dipasang ketat,
Destinasi belum di ingat jelas,
Nyata engkau belum siap bertarung,
Dengan baju kotor tiada persalinan,
Kasut robek tiada gantinya.
Luka berdarah tiada obatnya.

Saat berhadapan duri yang menjalar,
Takut melangkah pasti terkena,
Langkah kecil pasti kau rebah,
Langkah luas, mampukah engkau?
Sedang angin yang sepoi mampu menumpangkan dirimu,
Nyata engkau belum siap sedia..


Saat dirimu duduk bersahaja di medan jihad,
Allah hantar peringatan agar engkau bangun,
Disini bukan tempat beradu, bermanja.
Engkau inginkan syurga Firdausi,
Namun kudratmu kau simpan,
Tenagamu kau kumpul,
Untuk apa?
Untuk siapa ?
Untuk nafsu yang bermaharaja lela di tubuhmu.

Lantas itu,
Allah peringatkan kembali..
Agar engkau terus berdiri tanpa soal yang banyak,
Menyesakkan minda untuk berhujjah,
Kerana kini semuanya untuk perjuangan,
Tiada masa untuk bersuka-suka,
Hanya tinggal berapa detik untuk memerah keringat,
Biar sampai otak kering peluh tiada,
Hati membulat untuk berjuang,
Kerana sungguh Redha Allah itu mahu bersama.

30/4/2013 : nyata engkau belum siap berjihad.
10.33pm

Tuesday, 16 April 2013

saat dhuha berlalu pergi..





derup angin yang menyentuhku,

nyaman udara yang ku hirup,
semuanya nikmat Allah berikan buat hambaNya,
di penantian lelah ke gerbang kematian,
duduk bersahaja bagai diri sudah siap siaga,
menempuh azab siksa Allah yang membakar,
menggantikan kulit bila kulit terbakar,
azab diteruskan..
namun peringatan Allah itu dipandang remeh,
langsung berpaling tanpa menoleh kebelakang,
perjuangan islam yang terhampar buat bekalan,
dipandang jijik sebelah mata...



astaghfirullah al-azim...




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...